"Polarisasi adalah fenomena yang mana gelombang cahaya atau radiasi lain dibatasi dalam getaran langsung. Polarisasi cahaya dapat disebabkan oleh refleksi, absorbsi, refraksi ganda, maupun hamburan".



Polarisasi Cahaya

Sebagai gelombang transversal, cahaya juga mengalami polarisasi. Polarisasi cahaya lebih kompleks karena mekanismenya beragam.

Pada polarisasi karena refleksi, pemantulan akan menghasilkan cahaya terpolarisasi jika sinar pantul dan sinar biasnya membentuk sudut 90 derajat. Arah getar sinar pantul yang terpolarisasi akan sejajar dengan bidang pantul. Sedangkan pada polarisasi karena absorbsi selektif, polarisasi jenis ini dapat terjadi dengan bantuan kristal polaroid. Kristal polaroid ini bersifat meneruskan cahaya dengan arah getar tertentu sekaligus menyerap cahaya dengan arah getar yang lain.

Pada polarisasi karena pembiasan ganda, jenis medium yang digunakan akan memengaruhi arah bias.

Jika berkas cahaya dilewatkan pada kaca, kelajuan cahaya yang keluar sama ke segala arah. Hal ini karena kaca bersifat homogen. Namun pada medium dengan dua nilai indeks seperti kalsit dan kuarsa, kelajuan cahaya di dalamnya tidak seragam.

Karena cahaya yang melalui medium ini akan mengalami pembiasan dalam dua arah yang berbeda, berkas sinar biasa yang memenuhi hukum Snellius serta berkas sinar istimewa yang tidak memenuhi hukum Snellius. Hukum Snellius atau disebut juga hukum refraksi merupakan formula yang digunakan untuk mendeskripsikan hubungan antara sudut insiden dan refraksi, ketika mengikuti cahaya atau gelombang lain melewati batas antara dua media isotropik berbeda. Hukum Snellius menyatakan bahwa rasio sinus dari sudut insiden dan refraksi adalah sama kepada rasio fase velositas di dalam dua media.

Sedangkan polarisasi karena hamburan jika cahaya dilewatkan pada suatu medium, partikel-partikel medium akan menyerap dan memancarkan kembali sebagian cahaya. Cahaya yang panjang gelombangnya lebih pendek cenderung mengalami hamburan dengan intensitas yang lebih besar dibandingkan dengan cahaya yang panjang gelombangnya lebih panjang.

Fenomena hamburan misalnya cahaya biru di langit. Aplikasi dari fenomena polarisasi ini banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari misalnya diterapkan pada kacamata anti silau dan filter pada fotografi.

Di bidang industri, filter polaroid digunakan untuk melakukan analisis tegangan pada plastik transparan. Sedangkan pada industri hiburan, fenomena ini digunakan untuk menghasilkan pertunjukan film 3 dimensi. Cara ini dengan mempertunjukkan dua film pada saat yang sama oleh dua proyektor film.

Polarisasi hanya terjadi pada gelombang transversal sehingga gelombang bunyi tidak mengalami fenomena ini.