"Lembaga sosial merujuk pada dua definisi, institusi atau pranata dan institut atau lembaga".



Masyarakat

Lembaga sosial merupakan sekumpulan norma yang memiliki karakteristik seperti berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia serta merupakan organisasi yang terstruktur, memiliki daya pengikat yang kuat dan tetap, dalam artian, lembaga sosial memiliki usia yang lama dan diwariskan dari generasi ke generasi dan unsur-unsur lembaga sosial juga harus jelas di antaranya adalah adanya peran sosial, mengatur hubungan sosial serta mempertahankan nilai-nilai yang ada.

Norma, sebagai landasan juga harus bersifat mengikat, dalam artian, ada sanksi moral terhadap pelanggar norma. Norma juga sebagai pengatur sehingga norma memiliki beberapa organisasi agar dapat berfungsi.

Lembaga sosial merupakan tata cara yang telah melekat dalam masyarakat dan dikenal serta dijalankan dengan baik. Meskipun begitu, ciri-ciri lembaga sosial akan berbeda antara masyarakat karena latar belakang budaya yang juga berbeda.

Misalnya simbol. Tiap lembaga sosial memiliki simbol tersendiri yang digunakan untuk menandai suatu kekhasan. Hal ini juga dapat memberi identitas tertentu bagi anggota masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Lembaga sosial juga memiliki tata tertib dan tradisi baik yang lisan maupun tertulis. Tradisi dan tata tertib ini juga cenderung tidak sama antara budaya. Misalnya budaya kehidupan di kota dan kehidupan di desa mungkin tidak akan sama dalam beberapa tata cara, begitu juga tradisi antara umat islam dan kristen juga tidak sama.

Selain itu ciri lain lembaga sosial adalah harus memiliki ideologi sendiri. Ideologi ini merupakan nilai yang berasal dari kearifan lokal serta dimiliki bersama dan dianggap ideal bagi para anggotanya. Lembaga sosial juga harus memiliki sistem berupa pola pemikiran dan perilaku yang tersusun sistematis dan terstruktur. Lembaga sosial terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan serta unsur-unsur lain juga lembaga sosial harus memiliki kekebalan. Dalam artian, lembaga sosial akan tetap bertahan oleh pengaruh dan intervensi budaya lain dan mencakup kebutuhan dasar masyarakat.

Lembaga sosial lahir didorong oleh persamaan keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang meliputi kebutuhan material, mental, dan spiritual. Hal ini juga didasari oleh kebutuhan. Jadi, lembaga sosial juga harus mempunyai fungsi pokok, di mana lembaga sosial bukan hanya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup tetapi juga karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Lembaga sosial juga harus berfungsi menjaga keutuhan masyarakat, memberikan pedoman serta pegangan terutama terkait pengendalian sosial, baik fungsinya sebagai fungsi laten maupun fungsi manifes.

Proses pembentukan lembaga sosial juga ikut memengaruhi fungsi dan karakteristiknya. Lembaga sosial yang melalui proses pelembagaan dan internalisasi meski diatur secara terstruktur dan proses yang terencana, penuh pertimbangan dan lama, tidak menjamin akan dapat diterima dengan baik di masyarakat. Banyak juga lembaga sosial yang berfungsi negatif atau memiliki fungsi yang bias untuk beberapa budaya. Di Amerika Serikat, undang-undang yang mengatur dan menjaga hak asasi kaum LGBT sangat diakui, tetapi di Indonesia, hak asasi LGBT masih jadi kontroversi. Contoh lain lembaga sosial yang memiliki fungsi negatif seperti lembaga yang mengatur pasar gelap.

Ada banyak tipe lembaga sosial, hal tersebut dapat dilihat dari banyak faktor misalnya dari perkembangannya, tingkat penerimaan di masyarakat, penyebaran, maupun fungsinya. Lembaga sosial yang bagus dan ideal adalah lembaga sosial yang memenuhi faktor tersebut. Selain itu, lembaga sosial yang berkembang di masyarakat beragam jenis juga untuk memenuhi dan disesuaikan dengan ranah sosial yang dibutuhkan misalnya ekonomi, pendidikan, agama hingga politik.

Lembaga keluarga merupakan unit pertama dan utama yang memiliki fungsi dan peran penting bagi terciptanya kehidupan sosial dalam masyarakat. Lembaga keluarga juga sarana sosialisasi dan interaksi awal individu serta ikut mengambil peran dalam sikap, perilaku dan kepatuhan sosial individu terhadap norma dan tata cara di dalam masyarakat.

Keluarga merupakan komponen penting sosialisasi. Individu yang dibesarkan dengan kehidupan keluarga yang tidak sehat, akan berpotensi untuk menyimpang serta melakukan perilaku yang menyimpang.

Keluarga sebagai lembaga sosial, harus memiliki fungsi yang jelas dan lugas. Baik sebagai fungsi sosialisasi, fungsi afeksi, pengawasan sosial, proteksi, maupun edukasi.

Sehingga peran orang tua dalam proses sosialisasi ini sangat diharapkan bisa mengembangkan individu yang bukan hanya pintar dan terdidik secara mental dan intelektual tetapi juga harus pintar secara moral.

Lembaga pendidikan merupakan salah satu kebutuhan utama individu. Pendidikan ikut andil bukan hanya dalam memajukan kehidupan individu tetapi juga bangsa. Lembaga pendidikan dibuat sebagai bentuk pemenuhan terhadap kebutuhan akan pendidikan ini, baik yang formal, informal, maupun nonformal.

Secara umum, lembaga pendidikan berfungsi untuk menyiapkan individu dalam kehidupan sosial sekaligus secara bersamaan mengembangkan individu yang lebih baik, kompeten, dan unggul.

Secara tidak langsung maupun secara langsung memengaruhi perkembangan individu. Meski realitas di kehidupan sosial, lembaga pendidikan juga tidak luput dari penyimpangan, perilaku menyimpang maupun pihak-pihak yang ikut di dalamnya.

Perilaku menyimpang merupakan fenomena yang kompleks dan menyasar semua elemen masyarakat dan setiap aspek tak terkecuali dalam pendidikan. Tetapi, jika lembaga pendidikan saja tidak bisa mengendalikan perilaku menyimpang di lingkungannya maka harapan terhadap lembaga ini juga akan pudar.

Lembaga pendidikan juga menjadi tolok ukur kemajuan bangsa. Bangsa dengan sistem pendidikan yang bagus akan menghasilkan sumber daya manusia yang juga bagus. Keseriusan pemerintah dan peran serta masyarakat dalam memajukan lembaga pendidikan akan semakin sinergi jika didorong oleh kepentingan yang sama.

Lembaga ekonomi berperan dalam pengaturan bidang-bidang ekonomi. Hal ini tecermin dalam pola-pola politik ekonomi, kegiatan pokok ekonomi baik berupa produksi, konsumsi, maupun distribusi serta fungsi dan tujuan di mana lembaga ekonomi itu ada.

Tujuan lembaga ekonomi tentu saja terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat dalam bidang ekonomi. Norma-norma yang berperan dalam aktivitas ekonomi, secara langsung atau tidak langsung, ikut memengaruhi dinamika sosial di dalamnya. Lembaga ini selain memberikan pedoman, seperti jual beli, tenaga kerja, upah, lembaga ini juga merefleksikan dan memberikan identitas diri bagi masyarakat.

Lembaga agama memiliki peran vital dalam masyarakat. Lembaga agama bukan hanya mengatur hubungan manusia secara vertikal terkait keimanan, praktik keagamaan tetapi juga hubungan sosial manusia di dalam masyarakat misalnya akhlak, amal perbuatan, tata krama dsb.

Agama merupakan tonggak peradaban. Tanpa agama, peradaban akan musnah.

Agama memiliki fungsi bukan hanya secara mikro tetapi agama juga mengatur dari segi makro dan sering menjadi sumber landasan norma maupun hukum dalam masyarakat.

Lembaga politik menitikberatkan pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang berupa tata nilai dan norma yang berkaitan dengan kekuasaan. Lembaga politik akan ikut berperan dalam berbagai dinamika maupun kebijakan politik terkait peraturan, perselisihan atau isu politik, pilihan politik, kepemimpinan, dan hal-hal yang secara langsung atau tidak langsung, berkaitan dengan bentuk negara, bentuk pemerintahan, bentuk kekuasaan dan fungsi.

Lembaga-lembaga sosial tersebut harus saling terkait dan saling menguatkan serta melengkapi satu sama lain karena dalam kompleksitas kehidupan bermasyarakat, perlu adanya lembaga sosial yang utuh dan menyeluruh.