"Eksposisi adalah uraian atau paparan yang menjelaskan maksud dan tujuan karangan. Dibandingkan dengan deskripsi maupun narasi, eksposisi memaparkan informasi secara singkat, akurat, dan padat".



Eksposisi

Sedangkan dalam pengembangan paragraf, paragraf eksposisi lebih menekankan pada sajian informasi yang faktual, objektif serta analisis berimbang tanpa dicampuri oleh narasi-narasi argumentatif meski dalam beberapa kasus, hal tersebut cukup membantu. Hal ini yang membedakan dengan jenis pengembangan paragraf lainnya misal narasi maupun argumentasi yang cenderung sugestif. Kelemahan paragraf ini adalah penulisan yang lugas akan terlihat monoton dan narasi penyampaian yang tidak menggugah atensi pembaca.

Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di media massa dan petunjuk penggunaan atau tutorial. Media mainstream memang dituntut untuk menyajikan informasi secara objektif tetapi di satu sisi, gaya penyampaian yang tidak menarik juga tidak baik.

Karena paragraf eksposisi berbasis data dan fakta, maka penyajian informasinya juga harus teliti. Kesalahan persepsi terhadap informasi yang didapatkan akan ambigu, jika kemudian terjadi tumpang-tindih antara data dan fakta karena informasi yang diserap tidak utuh.

Maka, langkah-langkah dalam penulisan karangan menjadi poin penting. Pertama adalah menentukan tema.

Tema adalah pokok pikiran atau dasar cerita yang dipercakapkan atau dipakai sebagai dasar mengarang. Tema menjadi poin penting karena tema yang baik akan menghasilkan karangan yang baik.

Tema paragraf eksposisi tidak sama dengan tema paragraf lain misalnya paragraf narasi. Tema ini harus kredibel dan tentu saja faktual. Dalam penulisan di media mainstream dan daring, menentukan tema mungkin lebih mudah dibandingkan media tulis lain yang lebih formal. Lagipula, tema yang sudah ditentukan oleh direksi atau editor akan lebih memudahkan melihat gambaran karangan secara keseluruhan.

Salah satu cara menentukan tema misal dengan melihat tren yang ada atau sedang terjadi di masyarakat. Tema ini akan lebih mudah diterima dan tentu saja dipahami dengan cukup baik. Tema juga dapat mengambil dari background atau tujuan awal karangan tersebut dibuat. Tetapi untuk berita-berita di media massa sepertinya pemilihan tema bukanlah momok karena jenis berita yang disajikan sangat beragam.

Kedua adalah menentukan tujuan karangan. Karangan harus memiliki tujuan, baik secara eksplisit maupun implisit. Tujuan karangan juga akan memengaruhi objektivitas penulis karena tujuan karangan yang tidak jelas akan terlihat naratif tetapi tujuan karangan yang jelas bisa mengaburkan objektivitas penulis terutama terkait tema-tema tertentu yang bersifat memihak kelompok atau isu sosial spesifik.

Selain itu, dengan menentukan tujuan karangan, ada beban moral yang diambil dan konsekuensi yang mengharuskan penulis tidak sembarangan dalam membuat karangan terutama terkait pemilihan data yang sesuai dengan tema karangan. Hal ini tentu sangat penting. Tema yang tidak diikuti dengan data yang tepat akan rancu begitu juga jika data yang tidak diikuti oleh tema yang tepat akan ambigu. Tema dan data harus relevan dan saling mengisi serta menguatkan satu sama lain.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah kerangka karangan. Kerangka karangan akan menjadi acuan serta konstruksi terstruktur baik ketika proses membuat kerangka karangan maupun mengembangkannya. Kerangka karangan harus memiliki sistematika penulisan yang jelas dan mengikuti alur cerita yang sesuai dengan tema yang diusung.

Poin penting lain adalah mengenai topik dan urutan analisis. Topik adalah pokok pembicaraan dalam karangan atau bahan diskusi. Topik adalah hal menarik dalam karangan sehingga menjadi bahan pembicaraan.

Topik sama pentingnya dengan tema. Tema menarik tetapi topik tidak menarik maka minat pembaca juga sedikit. Karena topik yang digunakan harus faktual dan objektif maka dalam pencarian data dan sumber-sumber informasi harus dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Begitu juga dengan urutan analisis yang dipakai. Baik urutan analisis kronologis, sebab akibat maupun fungsional dan perbandingan harus tetap memperhatikan sisi faktual dan objektivitas penulis.