"Awalan me memiliki variasi perubahan bentuk yang cukup banyak. Dan konsekuensinya adalah masih banyak yang salah dalam menggunakannya".



Awalan Me

Bahasa Indonesia memiliki beberapa contoh awalan yang -secara teknis- memang sulit. Seperti awalan ini, setidaknya ada beberapa variasi perubahan bunyi dan juga bentuk ketika bertemu dengan huruf tertentu.

Secara umum, awalan me berfungsi untuk membentuk kata kerja, meski ada juga yang biasanya berupa proses.

Selain itu, ada juga bentuk awalan lain yaitu meng. Awalan ini juga berfungsi untuk membentuk verba tetapi berupa verba aktif, baik yang transitif maupun intransitif.

Awalan meng memiliki beberapa perubahan bentuk tergantung kata dasar yang diawali dan perubahan bentuk inilah yang terkadang memang membingungkan. Awalan meng sendiri merupakan variasi perubahan dari awalan me. Jadi, awalan me memiliki variasi perubahan bentuk tergantung kata dasar yang diawali.

BENTUK DIAWALI
me l, m, n, r, w, y
meng a, e, g, h, i, k, o, u
men c, d, j, t, z
mem b, f, p, v
meny s


Meskipun begitu, dalam penggunaan sehari-hari, masih banyak terjadi kesalahan dan hal ini mungkin selain disebabkan oleh "kebiasaan" juga minim bahkan tidak tahu bentuk-bentuk awalan me yang benar. Misalnya kata "merubah". Kata ini merujuk pada proses dan jika dipisah, seharusnya kata dasarnya adalah "ubah". Tetapi karena tidak ada awalan mer, jadi kata "merubah" adalah salah.

Contoh lain adalah "memproses". Penggunaan kaidah yang benar juga terkadang membingungkan. Salah satu media daring pernah menulis "memroses", dengan menghilangkan huruf P. Hal ini sebenarnya salah karena awalan me jika bertemu dengan dua konsonan seperti contoh di atas, huruf P tetap ada, berbeda jika dibandingkan dengan kata ini misalnya "memengaruhi". Dalam kasus tersebut, awalan me yang bertemu P mengalami peluluhan karena dalam kasus tersebut bukan me + pengaruh + i tetapi yang benar adalah meng + pengaruh + i. Dan sesuai dengan variasi perubahan awalan meng berdasarkan kata dasar yang diawali.

Ada juga beberapa kata lain yang sebenarnya salah, ada juga yang dipadupadankan dengan kata-kata tidak baku bahkan slang. Hal ini sebenarnya cukup memprihatinkan terutama terkait kecakapan dalam berbahasa dan juga bahasa yang dibiarkan seperti ini, akan berangsur-angsur menjadi bias antara kaidah penggunaan yang benar dan salah.